SEJARAH VINYL LANTAI

Telah menjadi salah satu media pelapis lantai yang penggunaanya semakin marak, dan diprediksi akan terus mengalami peningkatan, yang dapat menggantikan dominasi lantai keramik dan lantai kayu yang selama ini merupakan pilihan utama sebagai media lantai. Pengenalan vinyl sebagai media pelapis lantai memiliki sejarah yang cukup panjang hingga di kenal dan kini di favoritkan oleh berbagai kalangan konsumen sebagai alternatif pelapis lantai,

Vinyl lantai atau lantai vinyl sering kali juga di sebut sebagai lantai sintetis, Muncul atau di publikasikan pertama kali pada sebuah pagelaran pameran. tepatnya pada pameran “century progres” yang di adakan di Chicago Amerika Serikat pada tahun 1933 oleh se orang dokter abad 19 berkebangsaan prancis. Dimana 3 tahun sebelumnya tepatnya tahun 1930-an telah melakukan eksperimen dengan menggunkan bahan akar untuk menciptakan vinyl.

Sejarah kelam abad 19 adalah pecahnya perang dunia kedua yang mempengaruhi berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat seperti kehidupan sosial, ekonomi dll. massa perang dunia kedua ini juga mempengaruhi perkembangan terhadap dunia industri salah satunya adalah dunia industri vinyl, kelangkaan terhadap bahan baku akibat perang mengakibatkan perkembangan vinyl menjadi tertunda.

Setelah masa perang usai perkembangan terhadap lantai vinyl mulai menggeliat dimana vinyl lantai mulai di produksi untuk kebutuhan yang lebih besar hal ini di tandai dengan berdirinya beberapa industri yang mengelola vinyl sebagai pelapis lantai.

Lantai vinyl adalah tipe lantai lentur dan nyaman dipijak yang kini beredar di pasaran dunia. Lantai lentur ini merupakan lantai buatan yang terbentuk dari komposit (gabungan) dari beberapa bahan, seperti: karet, plastik, linoleum, dan PVC. Namun, secara umum Lantai Vinyl dikenal sebagai Vinyl Flooring yang terbuat dari bahan Polyvinyl Chloride (PVC).
Sejarah Lantai Vinyl yang kadang disebut sebagai lantai sintetis ini telah ada selama lebih dari satu abad, dan kini menjadi salah satu jenis penutup lantai alternatif, menggantikan lantai alami yang terbuat dari kayu, tanah liat (tegel), keramik, marmer dan granit.

Sebelumnya, beberapa produk plastik dan PVC, sempat kehilangan popularitasnya, karena kandungan bahan kimia yang berlebihan, yang diduga berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Lantaran itu, para ahli lantai pun mulai memikirkan cara untuk menciptakan lantai yang tahan banting, ramah lingkungan sekaligus aman bagi kesehatan. Maka, Lantai Vinyl pun tercipta.
sejarah lantai vinyl lantai revolusioner dan alternatif
vinyl flooring yang tampak mewah dan modern (via luxurydreamhome.net)

Saat ini, banyak perusahaan ternama telah menggunakan Vinyl Tile (ubin) untuk stasiun, kantor, mal, rumah tinggal, dan bahkan rumah sakit – Itu karena pelapis lantai ini dinilai tidak berbahaya bagi kesehatan, mudah dalam perawatan, nyaman untuk dipijak, dan tahan lama. Banyak perusahaan ternama yang menggunakan Lantai Vinyl tersebut mengaku mampu menghemat banyak uang, dan membuat para pemegang saham bahagia dalam jangka panjang, karena mencegah resiko yang tidak perlu, seperti tuntutan hukum akibat kecelakaan (terpeleset), dll.

Lantai Vinyl adalah alternatif pelapis lantai yang sedang hits dan diprediksi akan terus populer dalam puluhan tahun ke depan.

Lantai Vinyl kadang disebut pula dengan Resiliant Flooring (Pelapis Lantai Elastis), karena sifat bahannya yang tidak kaku, tetapi bisa menekuk, atau menggulung, dan fleksibel diaplikasikan dalam ruangan manapun. Bahkan, kini penutup lantai ini pun telah diaplikasikan pada luar ruang.

Sebelum Lantai Vinyl yang kita kenal sekarang ditemukan pada tahun 1920an, ada jenis bahan tahan lain yang digunakan sebagai pelapis lantai.

Pada sekitar tahun 1100 sampai 1200an, penutup lantai bermotif ubin terbuat dari karet mulai digunakan. Penutup lantai jenis itu kemudian memudar popularitasnya pada akhir tahun 1600an.

Pada 1845, linoleum mulai digunakan. Linoleum adalah bahan pelapis lantai yang terbuat dari minyak biji flax (linseed oil), yang dicampur dengan tepung kayu atau serbuk gabus dengan backing dari kain berserat kuat. Linoleum telah diproduksi secara industri di Skotlandia selama 12 tahun sebelum pabrik linoleum pertama kali muncul di Amerika Serikat (AS) pada 1872. Dan sejak itu, linoleum menjadi bahan pokok penutup lantai selama 70 tahun selanjutnya.

Pada 1894, ubin yang berbahan dasar karet sempat kembali populer. Adalah Frank Furness, seorang arsitek asal Philadelphia, AS yang menemukan cara meletakkan/merangkai ubin karet itu sehingga kuat menyatu satu sama lain, sekaligus indah dipandang. Maka, para pemilik hunian pun dapat memposisikan ubin dengan mudah.

Lantai karet tersebut telah mempunyai kelebihan peredaman suara yang bagus. Lantai ini juga tahan lama dan mudah dibersihkan.

Pada 1904, penutup lantai berbahan gabus sempat pula digunakan, dan cukup populer dalam rentang 20 tahun selanjutnya. Kekurangan bahan ini pada saat itu adalah harganya yang mahal, dan minimnya pilihan motif.
Penggunaan Vinyl sebagai Lantai

Bahan Vinyl (klorida) sendiri ditemukan pada 1800an. Namun penggunaannya sebagai lantai secara luas baru dimulai pada tahun 1930an.

Pada 1872, seorang ahli kimia bernama Eugen Baumann, berhasil mengembangkan Polyvinyl Chloride (PVC) di Jerman. Lalu, pada 1913, Friedrich Klatte, datang dengan metode alternatif untuk mendapatkan PVC tersebut dan dipolimerisasi. Klatte kemudian mendapatkan hak paten yang pertama untuk PVC.

Tiga belas tahun kemudian, Vinyl sebagai zat yang bermanfaat ditemukan karena ketidaksengajaan. Di Akron, Ohio-AS, Waldo Lonsbury Semon, seorang peneliti, mencoba mengembangkan perekat untuk mengikat karet pada logam. Semon bereksperimen dengan bahan yang dihasilkan oleh kegagalannya menciptakan polivinil klorida plasticized. Berbeda dengan bahan kaku yang dihasilkan oleh Baumann dan Klatte, penemuan Semon tampak seperti karet yang belum diproses. Dia mematenkan penemuannya itu. Penemuan Semon kemudian diaplikasikan dalam industri, yakni dalam pembuatan tabung plastik, isolasi kawat, gasket, bola golf, tirai shower dan tumit sepatu. Dan akhirnya, pada 1933, dalam acara Century of Progress Exposition di Chicago-AS, Vinyl Composite Tile sebagai pelapis lantai dipresentasikan. Sejarah Lantai Vinyl ubin (tile) pun dimulai.
sejarah lantai vinyl
lantai vinyl plank

Sejak saat itu, Vinyl mulai dikenal publik sebagai alternatif penutup lantai yang mudah dalam pemasangan. Namun, belum sempat diproduksi besar-besaran, produksi Lantai Vinyl terhenti karena Perang Dunia II. Dalam masa sulit itu, bahan karet, plastik dan PVC sangat langka jumlahnya untuk penggunaan non militer; Umumnya, semua bahan karet dan PVC dipakai untuk melindungi kabel pada kapal-kapal militer saat itu.

Usai perang, Vinyl diperkenalkan kembali. Dan pada 1960, ada kemajuan lebih lanjut dalam teknologi Lantai Vinyl. Dimana ditambahkannya bahan pada layer bawah, yang membuat nyaman ketika dipijak.

Pada 1970an, Lantai Vinyl plank (lembaran) untuk pertama kali diperkenalkan ke pasaran. Motifnya yang realistik membuatnya tampak seperti kayu alami.

Saat ini, Lantai Vinyl plank sedang pada masa popularitasnya. Segala kelebihannya membuat Lantai Vinyl ini menjadi salah satu pilihan utama pelapis lantai di seluruh dunia.

Demikianlah Sejarah Lantai Vinyl yang telah melintasi waktu panjang hingga eksistensi dan manfaatnya kini pada hunian manapun.